#AprilProduktifDay1: Dagelan Lingkup Global


bismillahirrohmanirrohim
2019 saya akhiri dengan cukup menyenangkan.
Agustus mendapatkan keberuntungan bisa KKN di luar negeri, sekaligus pertama kali ke luar negeri.
 
November memperluas cakupan wilayah kelayaban saya, saya yang biasanya solo riding kisaran Jogja, Solo, Semarang, mulai penasaran untuk ke Surabaya dan Malang. Beruntung, lancar sehat selamat sentosa.

Desember saya makin nekat, berawal dari tuntutan skripsi yang pada akhirnya saya jadikan tedeng aling aling untuk kebodohan saya menyiksa diri sendiri. Solo riding ke Bandung dan Jakarta, berangkat dari Jogja, bersama motor yang jauh dari kata nyaman. Saya ini tipe santuy ekstrimis, kalau orang normal riding Jogja-Jakarta kurang lebih 15-20 jam, saya riding Jogja-Jakarta 3 hari, bolak balik total 6 hari, waktu yang boros untuk sekedar Jogja-Jakarta, selain karena banyak istirahat saya juga mampir sana sini, bertandang atau lebih tepatnya ngerusuh ke teman teman saya yang ada di Bandung dan Jakarta, yang sudah jarang ketemu.
.
SAYA BANGGA ATAS KESANTUYAN SAYA
.
Januari 2020, selamat tahun baru tapi pribadi masih ajeg seperti yang dulu. Karena sudah merasakan "enaknya" solo riding, dan karena waktu yang sangat luang ketika libur semester saya ingin remidi riding ke arah timur, saya putuskan ke Kediri, tapi kali ini saya bawa "korban" untuk merasakan "bokong panas" khas pemotor jarak jauh. Di Kediri kami ngerusuh cukup lama di rumah keluarga teman kami.
Pulang dari Kediri saya dapat "korban" satu lagi, dia yang biasanya ke Jogja via Solo, saya ajak muter muter lewat Tulungagung, Ponorogo dan Pacitan, alhamdulilah selamat sampai tujuan walaupun langsung tepar semua karena rute memutar.

Dari beberapa perjalanan yang saya lakukan, saya sadar, saya ketagihan riding, saya doyan riding, saya senang menyiksa diri sendiri duduk di atas motor berjam jam dan tidur ngemper atau ngerusuh ke tempat teman dengan dalih silaturahmi.

Saya yang biasanya serampangan, berangkat riding cuma modal bismillah, jadi memiliki beberapa plan khusus, salah satu master plan saya adalah riding ke Nusa Tenggara lanjut hiking Rinjani. Membayangkannya saya tak bisa tidur.
.
Lalu tiba tiba CORONA DATANG!
.
Berlaku pembatasan wilayah gerak, himbauan untuk tidak bepergian dan yang paling parah RINJANI DITUTUP!
.
MODYAR WE!
.
Setiap dengar kata "corona" saya misuh misuh, gara gara dia semuanya kacau! (terlepas dari dampak positif yang dia hasilkan juga). Lalu baca berita kemungkinan wabah congornya, eh corona akan sampai bulan Agustus. Saya tambah mededegh.

Sekarang bulan April yang terkenal dengan April Mop. Yah kalau masih ada yang masih bercanda untuk April Mop di saat ini sepertinya saya sudah tidak bisa tertawa, bukan karena sedih, tapi saya lelah tertawa. Tulisan "2020" dikaitkan dengan segala yang terjadi di seperempat perjalanannya saja sudah seperti sebuah dagelan yang membuat rahang lelah tertawa. Semoga tigaperempat 2020 bisa menjadi obat untuk seperempat awal 2020 yang "hadeeeeh"
FUCEK CORONA!


Komentar

  1. turut berduka cita atas harapan yang tertunda menuju sampai, semoga mas tetap dan selalu bangga menjadi pribadi santuy.
    fucek corona!

    BalasHapus
  2. Gaya bahasanya baru buat saya hehe. Akan belajar perspektif baru, terima kasih.

    BalasHapus
  3. terima kasih sudah berbagi kesantuyan ini :D

    BalasHapus
  4. Wqwq modyar tenan duanolduanol mop~

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#AprilProduktifDay11: NyamNyamNyam

#AprilProduktifDay14: Pesan Untuk Kebencian

#AprilProduktifDay12: Terimakasih!