#AprilProduktifDay22: Tidak tahu diri


bismillahirrohmanirrohim

Untuk urusan cita cita, di masa kecil (mungkin sampai sekarang) saya termasuk kurang ajar, menaruh cita cita di tempat yang tinggi tanpa ada usaha menggapainya.

Ketika TK saya bercita-cita menjadi astronot, karena terpengaruh tayangan kartun Tiny Planets Bing and Bong. Saya mengenal kartun Bing and Bong dari bonus pembelian susu formula Dancow. Di kartun tersebut saya melihat betapa mengasikkannya berkeliling antar planet, melayang dengan bebas karena tidak adanya gravitasi, sejak itu saya ingin menjadi seperti Bing dan Bong, berkeliling antar planet. Lalu saya tahu kalau orang yang bekerja di luar angkasa namanya "astronot". Itulah cita cita pertama saya, menjadi astronot.

Ini letak kurang ajar saya. Saya tidak mengembangkan diri saya, jadilah cita cita astronot hanya sekedar impian masa kecil. Hanya berdasar pada kartun fiksi, tidak mau melihat lebih jauh lagi. Saya mau alasan ini itu blablabla dan macam macam, tapi saya rasa memang pusatnya ada di kekurangajaran saya yang malas berusaha menggapai itu semua.

Ketika SD hal hal luar angkasa mulai kurang menarik bagi saya, saya lebih senang membaca buku buku soal dinosaurus. Teori evolusi Darwin, bentuk dinosaurus yang unik dan bermacam macam, besarnya ukuran mereka dibanding manusia jaman sekarang, itu semua lebih menarik bagi saya. Saya mencari tahu apa nama orang yang mempelajari dinosaurus. Ternyata namanya "paleontologis". Terlalu rumit untuk diingat anak SD, jadi saya menyebutnya "orang yang mempelajari dinosaurus". Sejak itu saya ingin menjadi orang yang mempelajari dinosaurus.

Dan lagi, di SD saya kembali kurang ajar karena menaruh cita cita terlalu muluk. Bacaan saya tidak berkembang hanya sebatas melihat bentuk bentuk dinosaurus. Kembali saya menyerah pada cita cita saya karena kekurangajaran saya sendiri.

Ketika SMP saya mulai mengenal media sosial, yaitu Facebook. Sejak mengenal Facebook cita cita hampir semua orang pada masa itu sama, yaitu menjadi anak yang berbakti dan masuk surga. Karena itu termasuk cita cita yang mulia maka saya mengikuti tren dengan memiliki cita cita menjadi anak berbakti dan masuk surga.

Kalau ini no comment lah, bagaimana saya semakin jarang mengaji, mulai melawan pada orangtua, sangat jauh dari gambaran orang yang ingin berbakti dan masuk surga.

Ketika SMA saya merasa cita cita menjadi anak berbakti dan masuk surga termasuk cita cita yang berat. Sementara saya merasa dosa saya bertambah banyak, sepertinya saya akan mengganti cita cita yang lebih realistis dan lebih cepat terasa dampaknya di dunia. Saya ingin menjadi taruna kedinasan yang gagah dan tertib, menjadi PNS idaman para calon mertua! Setelah UN saya akan mendaftar di salah satu sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan.

Kembali saya kurang ajar terhadap diri sendiri. Ingin masuk sekolah kedinasan tapi kesiapan fisik hanya alakadarnya, kesiapan ilmu juga mengandalkan sistem kebut semalam, sering begadang, mulai menjadi perokok aktif. Sangat tidak menggambarkan gagah dan tertib dari seseorang yang ingin menjadi taruna. Saya tidak lolos.

Lalu tiba tiba saya di UIN, ya bisa dibilang tiba tiba, karena saya masih setengah sadar dan sampai semester ke 3 saya masih mengingkari fakta bahwa saya sudah kuliah di UIN.
Setelah semester ke 4 di UIN dan setelah percobaan ke 3 mendaftar sekolah kedinasan gagal lagi saya rasa memang saya ditakdirkan masuk UIN,  untuk ditertibkan dulu. Bukan bermaksud membuat UIN seakan terlihat seperti lapas, tapi saya merasa waktu memang itu tidak terlalu tertib, mungkin itu alasan saya tidak lolos seleksi sekolah kedinasan dan dari sekian banyak universitas yang saya coba masuk kok ya diterimanya di UIN, mungkin ya.
Mungkin juga saya disuruh supaya menjadi akademisi yang pandai dan islami. Mungkin dengan masuk UIN minimal saya bisa taubat, kembali aktif mengaji setelah mengalami penurunan level kesalehan sejak SMP.

Ternyata????

Ajeg alias tidak ada perubahan, bahkan saya rasa semakin menjauh.
Tidak salah kalau saya mengulang mata kuliah keagamaan sampai 3 kali, wkkkkk.

Akhirnya saya mendowngrade cita cita saya. Dikarenakan saya masih belum tahu setelah lulus mau menjadi apa, mungkin cita cita saya untuk saat ini menjadi manusia yang tidak menyusahkan sekitarnya, saya rasa itu sudah cukup.
Semoga saya tidak kurang ajar lagi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#AprilProduktifDay11: NyamNyamNyam

#AprilProduktifDay14: Pesan Untuk Kebencian

#AprilProduktifDay12: Terimakasih!