Postingan

Menampilkan postingan dengan label april produktif

#AprilProduktifDay22: Tidak tahu diri

bismillahirrohmanirrohim Untuk urusan cita cita, di masa kecil (mungkin sampai sekarang) saya termasuk kurang ajar, menaruh cita cita di tempat yang tinggi tanpa ada usaha menggapainya. Ketika TK saya bercita-cita menjadi astronot, karena terpengaruh tayangan kartun Tiny Planets Bing and Bong. Saya mengenal kartun Bing and Bong dari bonus pembelian susu formula Dancow. Di kartun tersebut saya melihat betapa mengasikkannya berkeliling antar planet, melayang dengan bebas karena tidak adanya gravitasi, sejak itu saya ingin menjadi seperti Bing dan Bong, berkeliling antar planet. Lalu saya tahu kalau orang yang bekerja di luar angkasa namanya "astronot". Itulah cita cita pertama saya, menjadi astronot. Ini letak kurang ajar saya. Saya tidak mengembangkan diri saya, jadilah cita cita astronot hanya sekedar impian masa kecil. Hanya berdasar pada kartun fiksi, tidak mau melihat lebih jauh lagi. Saya mau alasan ini itu blablabla dan macam macam, tapi say...

#AprilProduktifDay21: Horor Lah Pokoknya

bismillahirrohmanirrohim Desember 2019, saya mendapat tugas untuk mengambil data skripsi ke Jakarta. Saya putuskan untuk bermotor sendiri ke sana, menambah pengalaman sekaligus bisa mampir sana sini, salah satunya Bandung. Demi kelancaran perjalanan tentu saya minta doa restu dan minta sangu ke orangtua, tapi saya tidak bilang kalau saya bermotor dan mampir ke Bandung. Saya pamitnya berangkat naik kereta, langsung ke Jakarta. JANGAN DITIRU! Dalam perjalanan pulang saya mampir ke kos teman masa SMA di Bandung untuk numpang ngerusuh , Hengki namanya. Saya perlu mengisi ulang tenaga saya jadi saya putuskan untuk menginap semalam sebelum lanjut berkendara esok hari. Kosan Hengki ini sebenarnya ramai, banyak orang yang bisa diajak ngobrol santai, bahkan ada satu temannya yang numpang singgah juga dari Ciwidey dan menginap di kos ini, Reza namanya. Sayangnya, stamina saya bisa dibilang sudah cukup drop, kalau saya paksakan begadang mungkin saya tidak bisa pulang jadi saya p...

#AprilProduktifDay20: S.U.C.C.E.S.S

Gambar
bismillahirrohmanirrohim Foto di atas di ambil setelah pentas seni dalam rangka perayaan ulang tahun sekolah bulan Desember 2015. Saat itu kami kelas XII, alias 12 alias 3 SMA atau bisa dibilang itu adalah pentas seni terakhir kami sebagai anak SMA, sebelum kami berpencar melanjutkan perjalanan mengejar mimpi masing masing. Kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dari awal terbentuk kami termasuk kelas yang slengean , nanggung dan bukan kelas idaman. Berjumlah total 38 individu, dengan karakteristik yang beraneka ragam, yang mempengaruhi gambaran kelas di mata orang lain dan guru guru. Pintar tidak, tapi tidak mau dibilang bodoh, bandel iya, berandal belum, tidak terlalu solid juga, pokoknya nanggung lah, yang pintar ada (bukan saya), yang kapasitas otak menengah ke bawah juga ada (ini saya). Ikut lomba classmeeting pun lebih sering kalah daripada menang, kami terlalu menyepelekan itu semua. Sepertinya kami terlalu menjiwai ...

#AprilProduktifDay18: Sekilas Tawa

bismillahirrohmanirrohim Minggu kedua bulan April di Jogja diwarnai fenomena cuaca panas alias semromong yang katanya disebabkan "inti panas bumi berpindah". Berita ini berawal dari Twitter. Masih belum jelas siapa yang memulai huru hara ini, entah karena sudah dihapus cuitannya atau penyebab lain. Pokok berita ini mengatakan penyebab cuaca panas di Jogja karena inti panas bumi berpindah lebih tepatnya berada di bawah gunung Merapi. Duh Gusti, wkkk . Biarpun sekarang saya sudah kuliah soshum 4 tahun, setidaknya pelajaran IPA masa SMA tidak saya lupakan. Seingat saya inti panas bumi tidak bisa berpindah pindah. Untungnya, pihak BMKG langsung memberikan klarifikasi atas cuaca panas yang sedang terjadi. Menghindari huru hara yang semakin tidak karuan. BMKG mengatakan sedang ada angin panas yang sedang lewat, bukan inti panas bumi yang berpindah. Kalau gampangnya, ya memang sedang musimnya. Yang bikin saya tambah ngakak, keti...

#AprilProduktifDay17: Bosan

bismillahirrohmanirrohim Hal yang dilakukan terus-menerus pasti akan berujung kebosanan, maka dari itu ada istilah berlibur. Berlibur pun kalau terlalu lama dan terus menerus akan bosan juga. Sama seperti saat menetap di rumah, terlalu lama di rumah dengan aktivitas yang monoton pasti akan bosan juga. Berikut ini alternatif penghilang kebosanan. 1. Nongkrong Pergi keluar, ke warung kopi, bercengkrama bersama teman sampai larut malam atau pergi bersama ke tempat wisata bisa menjadi senjata yang ampuh untuk menghilangkan kebosanan. 2. Motoran Sebenarnya kalau mau mobilan juga tidak masalah, tapi saya pribadi lebih memilih motoran. Menikmati hembusan angin di jalan raya, dengarkan "suara jalanan", suara angin yang masuk ke sela sela helm,  klakson dari kendaraan lain, atau menikmati kemacetan. Kalau dirasa masih terlalu sepi bisa sambil mendengarkan musik, sesuai suasana hati. Jika sedang galau bisa memutar lagu lagu patah hati, perlahan menangi...

#AprilProduktifDay16: Surat dari Masa Lalu

Kepada diriku di masa depan: Jangan terlalu banyak memikirkan hal yang tidak perlu Pikirkan yang penting saja Bersosial lah dengan wajar Perluas relasimu Tapi tetaplah selektif Tetap kuat Jangan hilang pendirian Jangan hilang jati diri Jangan takut mencoba hal yang baru Jangan takut gagal Lebih baik menyesal karena gagal setelah mencoba daripada menyesal karena tak pernah mencoba Asah, asih, asuh raga, jiwa, dan pikiranmu Jangan lupa berterimakasih kepada sekitarmu Jangan lupakan jasa mereka Balas dengan ikut menebar kebaikan semampumu Masa lalu memang tidak bisa diputar Masa depan memang misteri Tapi dari masa lalu kamu bisa belajar Tapi di masa depan kamu akan mengerti Dan yang paling utama Jangan lupakan Tuhanmu Buka kembali kitabmu Tundukkan lagi kepalamu Berbakti kepada bapak ibu Kasihi orang yang menyayangimu Salam dari dirimu di masa lalu.

#AprilProduktifDay15: Iqro!

bismillahirrohmanirrohim Saya ucapkan terimakasih kepada teman teman #AprilProduktif, karena mereka saya mau dan bisa memulai menulis. Sebuah keinginan yang sekedar angan. Awal bergabung di Blogger pada 2016 ketika dituntut untuk membuat blog untuk tugas ICT di kampus, begitu ICT selesai, blog pun kembali mangkrak. Niat awal saya bergabung kembali di blog sebenarnya ingin berbagi mengenai beberapa perjalanan saya, ada yang bermakna, ada yang sekedar pelarian. Poin yang saya ingin bagikan adalah pelajaran dari perjalanan saya. Biarpun bukan manusia yang kaya saya juga ingin berbagi, minimal berbagi cerita. Jika itu hal positif akan saya bagikan sebagai teladan, jika itu hal negatif akan saya bagikan juga sebagai pelajaran agar kelak pembaca bisa mengambil hikmah atau minimal tahu hal negatif tersebut tidak baik dan tidak melakukannya. Sudah 15 hari berlalu di bulan April, harusnya saya sudah menulis sebanyak 15 tulisan (termasuk tulisan ini), tapi menta...

#AprilProduktifDay14: Pesan Untuk Kebencian

bismillahirrohmanirrohim Pesan untuk para pembenci dan yang dibenci (di media sosial) Layaknya manusia normal yang bersosial, pasti ada yang setuju dan ada yang tidak setuju dengan kita. Sebagai manusia yang berakal baik cobalah untuk bersikap bijak, tidak besar kepala karena ada yang setuju, serta menanggapi dengan cerdas kepada yang tidak setuju. Sebagai manusia yang bernafsu, untuk yang tak sependapat, mau sebijak apapun kalau sudah keterlaluan, emosi pasti meledak. Karena sebagai  misuh adalah solusinya. Untuk yang merasa berselisih pendapat, lalu timbul kebencian, selesaikan baik baik, diskusikan secara pribadi, tak perlu diumbar ke media sosial, tidak semua orang punya waktu untuk berpartisipasi dalam dramamu tersebut. Kalau memang sudah tidak bisa diselesaikan, lebih baik kedua pihak diam. Daripada saling membenci tanpa evaluasi yang jelas, lebih baik kalian bertukar kritik dan saran. Percayalah, jika kalian s...

#AprilProduktifDay13: Santai Yok Kita Santai

Gambar
bismillahirrohmanirrohim scroll, love/like, scroll lagi, love/like lagi, scroll lagi, love/like lagi, karena sesuai dengan perasaan hati kali ini di repost, membuat caption, kirim, lalu lanjut scroll lagi, terus scroll, terus menerus...... Ada kata kata di internet yang bilang: "Dulu internet adalah tempat berlibur dari dunia nyata. Sekarang dunia nyata adalah tempat berlibur dari internet" Untuk kondisi sekarang, ketika tulisan ini ditulis, saya merasa semuanya sudah kacau, dunia nyata sedang tidak sehat, dunia maya juga tidak kalah sakit. Tak ada tempat yang benar benar aman untuk berlibur, satu satunya cara adalah menelusuri oase relaksasi di tengah sahara kecamuk dunia, baik maya maupun nyata. Menyaksikan tingkah laku binatang dan segala yang berkaitan dengannya adalah salah satu bentuk oase relaksasi tersebut.  Mereka adalah ciptaan Tuhan yang polos, insting mereka hanya bertahan hidup, tak ada kerakusan. Video tentang mere...

#AprilProduktifDay12: Terimakasih!

bismillahirrohmanirrohim terimakasih untuk teman teman yang mau meminjami saya uang atau barang; terimakasih untuk teman-teman yang mau menampung saya; terimakasih untuk teman-teman yang mau menemani saya begadang; terimakasih untuk teman-teman yang mau menutupi aib saya; terimakasih untuk teman-teman yang mau memberikan contekan kepada saya; terimakasih untuk teman-teman yang masih betah melihat tingkah absurd saya; terimakasih untuk teman-teman atas kopi, teh, gorengan dan rames yang sering kita bagi; terimakasih untuk teman-teman yang ngemong saya seakan saya adik kalian; terimakasih untuk teman-teman yang mau meminta pendapat ke saya seakan saya kakak kalian; terimakasih untuk teman-teman yang pernah berkutat di lumpur bersama; terimakasih untuk teman-teman yang sudah pusing bersama; terimakasih untuk teman-teman yang mau mendengarkan bacotan saya; terimakasih untuk teman-teman yang mencoba mengerti saya; terimakasih untuk teman-teman yang berusaha selalu ada untuk saya; maaf say...

#AprilProduktifDay11: NyamNyamNyam

bismillahirrohmanirrohim Sebagai makhluk omnivora, saya tak punya kriteria khusus soal makanan. Saya tak punya makanan favorit, atau bisa dibilang semua makanan adalah favorit saya. Makanan yang saya suka adalah makanan yang enak, porsinya banyak, ada wujudnya di hadapan saya, bisa dimakan, kalau bisa bareng teman teman dan yang paling penting dalam kondisi lapar. Lebih enak lagi kalau gratis atau dibayarin, wkkk . Ketika ada orang bertanya soal rekomendasi makanan, saya galau, karena saya anggap semua makanan enak. Atau ketika ada teman yang bertanya "mau makan apa?", lalu saya hanya bisa menjawab "terserah". Bukan karena saya tidak punya pendirian, tapi karena saya doyan semua makanan, bahkan yang berupa seperti bukan makanan begitu sudah kena lidah, kalau enak atau sudah terbiasa, pasti doyan juga.  Seperti daun muda pohon damar. Saat hiking di Baturaden, teman saya memberitahu kalau daun muda dari pohon damar bisa dimakan, karena di lok...

#AprilProduktifDay10: Ngelayab

Gambar
bismillahirrohmanirrohim Tema kali ini soal jalan jalan yang bisa dibilang salah satu motivasi saya menulis. (kata pengantar dulu ya lurd) Awalnya saya tak ingin menceritakan ini pada siapapun, karena saya malu dan saya takut kegagalan, saya takut dikira omong besar, saya takut ditagih kalau tidak terlaksana, saya takut dibilang " wacana doang ". Mengenai ketakutan ini karena saya sering berencana, begitu rencana tersebut saya ceritakan, yang terjadi tidak sesuai rencana, bahkan sering gagal. Makanya saya lebih sering diam saja kalau ada rencana, atau lebih suka dadakan.  "No plan is my best plan." Tapi untuk kali ini saya putuskan untuk bercerita, supaya suatu hari kalau ada yang bertemu dengan saya, saya berharap ditagih soal mimpi yang dengan bangganya sudah saya ceritakan. Semoga melalui tulisan di blog ini bisa berbeda jalan ceritanya. . . . (mulai cerita nih) Belakangan ini saya senang bepergian naik motor dan ma...

#AprilProduktifDay9: Hachiko

Gambar
wikipedia.com bismillahirrohmanirrohim Hachiko adalah film pertama yang mampu membuat saya termehek-mehek. Bahkan sampai sekarang, film itu masih ampuh membuat saya nangis sampai sesenggukan. Jangan bilang siapa-siapa ya. Maka dari itu kalau saya ingin nonton film ini saya pasti lebih memilih nonton sendiri, di kamar, bawa tissue, pakai headset. Nonton Hachiko ya! Bukan nonton yang lain! Hachiko: A Dog's Story atau Hachiko: A Dog's Tale adalah film tahun 2009 garapan sutradara Lasse Hallstrom. Film ini mengisahkan seekor anjing setia yang menunggu tuannya yang telah meninggal sampai akhir hayatnya. Film ini berdasarkan kisah nyata di Jepang, sebagai penghormatan maka dibangun Monumen Hachiko di depan Stasiun Shibuya di Jepang. Film ini juga menunjukkan kalau hewan juga memiliki emosi. Mereka bisa merasakan cinta, mereka bisa merasakan kehilangan, mereka juga patah hati, mereka juga bisa setia. Hal hal yang sepertinya normalnya han...

#AprilProduktifDay8: Saya Lupa Judulnya Apa

bismillahirrohmanirrohim Daftar 7 lupa yang ada di dunia: 1. Lupa punya tanggung jawab garapan skripsi. Penyakit khas mahasiswa di semester tua. Semester tua, tidak ada kelas, terlihat santai, harusnya digunakan untuk hal hal yang bermanfaat macam mengerjakan skripsi, biar cepat lulus, biar terhindar dari pertanyaan keluarga besar ketika kumpul lebaran: "kapan wisuda?" Karena lupa, waktu yang terlihat senggang tersebut malah digunakan berleha leha dengan kelayaban sana sini. Atau bahkan REBAHAN TEROOOOSSSS! (ini cuma saya saja kali ya) 2. Lupa punya otak, jadi tidak berpikir . Walaupun saya sering tidak berpikir, tapi saya masih ingat kalau saya punya otak. Cuma pemakaian minim jadi masih minim lecet. Yang benar benar lupa punya otak adalah kelakuan pengguna jalan yang aneh aneh. Pengendara yang sen kiri belok kanan, dan sebaliknya. Pengendara yang suka motong lajur. Pengendara yang buang abu rokok sembarangan. Pen...

#AprilProduktifDay7: Puja Manusia untuk Dewi di Atas Sana

bismillahirrohmanirrohim Pernahkah kalian merasa seperti Rahwana? Rahwana sang Maharaja Ngalengkadiraja, rela mengabaikan tahtanya, rela berperang melawan bala wanara, bahkan rela menukar nyawanya demi seorang gadis yang dicintai segenap jiwa raga, Shinta. Namun, Shinta lebih memilih Rama, seorang ksatria yang kebetulan lebih dahulu meminangnya. Mbah Rahwana adalah pelopor dari gerakan "fall in love with people we can't have". Saya turut berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Mbah Rahwana adalah saya, hanya saja saya dari kalangan jelata. Dia yang saya damba adalah seorang dewi, itu menurut pandangan saya yang sudah kabur karena penyakit yang kata orang disebut "cinta". Betapa lancangnya kan seorang jelata mencoba bersanding dengan dewi? Untuk merangkak di bumi saja saya masih kepayahan, malah mencoba menggapai langit, hanya untuk sebuah keegoisan dari rasa yang tak karuan. Layaknya seorang dewi yang baik ha...

#AprilProduktifDay6: Mbuh Lah

bismillahirrohmanirrohim "bagaikan langit (teeeet) di sore hari (teeeet) berwarna biru (teeeet) sebiru hatiku (teeeet)" Sebut saja TikTok adalah media sosial yang sedang trend masa sekarang ini. Aplikasi yang kata media sosial lain disebut "aplikasi goblok", yang awal kedatangannya dicaci, tapi sekarang hampir semua punya aplikasi ini. Sampai sekarang saya tidak tergoda untuk menginstalnya. Ketika banyak orang bermain game di PS atau warnet dan yang terakhir game mobile seperti PUBG atau Mobile Legends atau Chessrush, saya tetap bermain Tetris, atau dinosaurus di Chrome. Jadi mohon maaf kalau ada yang mengajak ngobrol soal game saya tidak mudeng . Lalu filter unyu di Instagram, ketika semua orang ramai ramai mencobanya, saya tetap posting sambatan saya, atau sekedar repost cerita orang lain. Kemudian di Twitter, saat awal geger corona, ramai ramai banyak orang menjadi ahli soal corona, saya tetap mem bacot ...

#AprilProduktifDay5: Sangkan Following Dumadi

Gambar
bismillahirrohmanirrohim Saya terhitung terlambat mengenal media sosial. Seingat saya kisaran tahun 2010 ketika anak lain sudah mempunyai akun media sosial berupa Facebook, sementara saya masih doyan sepedaan keliling kampung, dan jonjang (kejar kejaran). Tahun 2013, saya baru membuka akun Facebook pertama kali, dengan meminjam komputer tabung milik adik sepupu saya yang masih pakai mouse dengan trackball dan tentu dipandu olehnya juga. Waktu itu sedang musim nama nama yang bikin pusing mata karena terdiri dari kombinasi simbol, huruf, angka dan kapital, alias 4LaY, dan saya juga mengikutinya. Hiiiih, mengingat jaman itu saya jadi bergidik ngeri sendiri. Sebenarnya ada satu media sosial lagi yang saya sempat punya dan sekarang sudah punah, yaitu Yahoo Messenger (YM). Saya sempat membuka akun YM untuk tugas mata pelajaran Teknologi Informasi Komputer (TIK), tapi entahlah sudah seperti apa nasib akun saya sekarang, saya juga sudah lupa passwordnya, mungkin ...

#AprilProduktifDay4: Duduk

bismillahirrohmanirrohim Saya sedang malas berpikir untuk mencari memori cerita lucu karena masih getun 2 hari kemarin, sudah nulis panjang lebar, aplikasi force closed dan ternyata tidak tersimpan, jadi saya akan ceritakan cerita yang paling gampang saya ingat saja. # sambat Mari saya ajak kalian berkenalan dengan guyonan keluarga besar saya setiap kumpul lebaran. Guyonan yang awet lucunya padahal sudah diceritakan berulangkali setiap kumpul keluarga. Cerita bermula saat Mbah saya mau panen kencur, latar waktunya entah kapan, yang jelas sudah lama. Mbah lalu mengajak anaknya kakaknya bapak saya (bingung?), namanya Upi, kalau bingung, panggil saja dia mba Upi. Mba Upi ini tumbuh dan besar di Majenang yang bahasanya didominasi bahasa Sunda, jadi dia kurang paham beberapa kosakata bahasa ngapak Banyumasan. Mbah mengajak mba Upi untuk panen kencur di kebon. Mbah: " kueh Pi, kencure didhudhuki " (itu Pi, kencurnya didhudhuki ) Mba Upi: " nggih mbah " (ya mbah) lalu mba...

#AprilProduktifDay3: ABC 5 Dasar

Gambar
bismillahirrahmanirrahim Sepertinya saya hanya akan kilas balik ingatan lama saya soal buku bacaan. Sejak SMA minat baca saya menurun, menyedihkan, bahkan saya ikut berduka atas menurunnya minat baca saya. Untuk membaca yang fardhu ain saja saya malas, macam materi kuliah/sekolah, ujian, tugas, bimbingan belajar, bahkan yang paling terakhir adalah rujukan untuk skripsi. Apalagi untuk membaca yang sunnah muakad macam self improvement , novel, cerpen, dan yang lain apalah itu, tambah wegah lah saya. . Hadeeeeh, sambat 4lyfe. . Saya mencoba ngodek ngodek memori lama, di masa saya gila baca . Setiap lihat tulisan, langsung pengin baca. Masa dimana hobi saya membaca dan bermain, berlarian kesana kemari dan tertawa (loh) . Tidak ada hobi malas malasan karena malas malasan tidak termasuk ke dalam hobi. Tidak ada juga rebahan sebagai hobi, karena waktu itu belum ada istilah rebahan. Tidak ada juga hobi nongkrong di warung kopi atau begadang memi...

#AprilProduktifDay2: Nrimo ing Pandemik

Gambar
bismillahirrohmanirrohim Saya tidak akan membahas corona dari sudut pandang medis, atau politik, karena saya bukan ahli di bidang tersebut. Tapi yang saya bisa hanya ngrasani si corona ini dari sudut pandang kemanusiaan, karena alhamdulillah saya masih berwujud manusia. Salah satunya melalui sambatan. Sebuah kata kata mutiara yang agak ngawur, terucap dari teman saya: "Hidup hanya sekali, jangan sampai melewatkan kesempatan asiknya sambat " Di suatu malam setelah muncul himbauan untuk #dirumahaja, saya sudah masak nasi, tapi ingin yang manis manis, tapi butuh lauk untuk makan juga, SATE sepertinya enak! Sambel kacang, kecap tambah cabe 2, cocok lah. Tapi mager keluar, tapi laper, tapi mager , tapi pengin sate, tapi ga boleh keluar juga, tapi pengin sate! Kurang lebih seperti itu pergolakan batin yang sebenarnya tidak bermutu. . cring...cring...cring... . Pucuk dicinta abang sate pun tiba. Biasanya cinta bertepuk sebelah tangan lo...