#AprilProduktifDay8: Saya Lupa Judulnya Apa
bismillahirrohmanirrohim
Daftar 7 lupa yang ada di dunia:
1. Lupa punya tanggung jawab garapan skripsi.
Penyakit khas mahasiswa di semester tua.
Semester tua, tidak ada kelas, terlihat santai, harusnya digunakan untuk hal hal yang bermanfaat macam mengerjakan skripsi, biar cepat lulus, biar terhindar dari pertanyaan keluarga besar ketika kumpul lebaran: "kapan wisuda?"
Karena lupa, waktu yang terlihat senggang tersebut malah digunakan berleha leha dengan kelayaban sana sini. Atau bahkan REBAHAN TEROOOOSSSS!
(ini cuma saya saja kali ya)
2. Lupa punya otak, jadi tidak berpikir.
Walaupun saya sering tidak berpikir, tapi saya masih ingat kalau saya punya otak. Cuma pemakaian minim jadi masih minim lecet.
Yang benar benar lupa punya otak adalah kelakuan pengguna jalan yang aneh aneh.
Pengendara yang sen kiri belok kanan, dan sebaliknya. Pengendara yang suka motong lajur. Pengendara yang buang abu rokok sembarangan. Pengendara lambat di jalur cepat, dan sebaliknya. Pengendara yang suka putar balik atau nyebrang sembarangan tanpa lihat sekitar. Pengendara yang lampu ijo belum genap 1 detik sudah klakson klakson. Dan keanehan keanehan yang lain di jalan raya, itu bukti nyata banyak orang yang lupa kalau punya otak.
Entah mereka lupa punya otak, atau mereka absen saat pembagian otak.
3. Lupa bahagia.
Saking giat dan sibuknya membahagiakan orang lain sampai lupa kebahagiaan diri sendiri. Ini yang terjadi kepada kebanyakan anggota laskar ambyar.
Satu pesan saya: "Eling, kesehatanmu itu loh"
4. Lupa nama, ingat wajah.
Ini penyakit saya pribadi, saya terhitung baik mengingat rupa orang, tapi tidak dengan nama. Sering terjadi pada orang yang tiba tiba menyapa saya, saya hanya bisa cengar cengir saja, karena lupa nama mereka. Atau sebaliknya, saya sering ketemu dengan orang yang saya kenal, tapi saya tidak berani menyapa karena lupa namanya. Jadi kalau ada yang ketemu saya, dan saya sempat melihat kalian, tapi saya tidak menyapa, tenang. Saya tidak sombong, saya hanya sedang berusaha mengingat nama kalian.
5. Lupa angkat jemuran.
Di musim hujan seperti ini jarang sekali panas, sekalinya panas pasti para kucek mania akan gembira. Cucian menggunung dikerjakan dengan riang gembira, karena matahari menyinari semua perasaan kita (termasuk jemuran). Setelah pakaian dijemur, mumpung panas, bolehlah memanjakan diri sebentar.
Bersantai dengan tidur sebentar setelah lelah mengucek akan setimpal.
Saking santainya tidurnya terlalu lelap, bangun sore, sore biasanya mulai turun hujan lagi. Hawa hujan sore hari begitu mendukung untuk kembali meraih mimpi (tidur).
Terbangun habis maghrib, badan segar. Lalu MAK TRATAP MAK DEG! Lupa kalau ada jemuran, buru buru lari ke tempat jemur baju, jemuran sudah basah kuyup kena air hujan.
Keesokan hari remidi ngucek.
6 dan 7 saya lupa, ga jadi ya, cukup 5.
Hahahaha lupa banyak konteksnyaa, ya~
BalasHapussaya sangat paham sekali dengan point 1
BalasHapussiap suhu🙏🙏🙏
Hapus