#AprilProduktifDay10: Ngelayab


bismillahirrohmanirrohim
Tema kali ini soal jalan jalan yang bisa dibilang salah satu motivasi saya menulis.

(kata pengantar dulu ya lurd)
Awalnya saya tak ingin menceritakan ini pada siapapun, karena saya malu dan saya takut kegagalan, saya takut dikira omong besar, saya takut ditagih kalau tidak terlaksana, saya takut dibilang "wacana doang".
Mengenai ketakutan ini karena saya sering berencana, begitu rencana tersebut saya ceritakan, yang terjadi tidak sesuai rencana, bahkan sering gagal.
Makanya saya lebih sering diam saja kalau ada rencana, atau lebih suka dadakan. 

"No plan is my best plan."

Tapi untuk kali ini saya putuskan untuk bercerita, supaya suatu hari kalau ada yang bertemu dengan saya, saya berharap ditagih soal mimpi yang dengan bangganya sudah saya ceritakan.
Semoga melalui tulisan di blog ini bisa berbeda jalan ceritanya.
.
.
.
(mulai cerita nih)
Belakangan ini saya senang bepergian naik motor dan mampir sana sini untuk bertemu teman, dari yang setiap hari bertukar kabar, sampai yang hanya sekedar teman kelas yang ngobrol kalau pas ketemu saja, entah untuk sekedar menyapa dengan nongkrong bareng atau bahkan sampai ngerusuh numpang tidur di tempat mereka. 

Saya jadi berpikir, kenapa tidak saya jadikan teman teman saya itu sebagai tujuan utama, bukan sekedar mampir.

Sejak itu saya punya niat untuk keliling Indonesia berkunjung ke semua rumah teman saya, tentunya naik motor. Mulai dari teman Sastra Inggris 2016 seperti Mas Ari di Medan, Mba Khansa dan Mba Rovi di Lampung, Mba Mila di Wonosobo, Mas Hadid di Pemalang, Mas Ipul di Ngawi, Mas Zulva di Pacitan, Mas Irsal di Bali, Mas Udin di NTT, dan banyak lagi lainnya; lalu teman di Pencak Silat Merpati Putih seperti Mas Huda di Lombok, Mas Izwan di Flores, Mas Aam di Sulawesi, dan lainnya yang tak kalah banyak juga; atau teman SMA saya yang nun jauh disana seperti Mas Barok yang sekarang dinas di Papua yang katanya dekat dengan Raja Ampat, dan banyak juga lainnya.
Kalau beruntung mungkin bisa sedikit mlipir ke 4 titik 0 KM Indonesia di Sabang, Pulau Miangas, Pulau Ndana dan Merauke.

Bismillah lah ya, hehe. 
Tidak muluk muluk bukan? Hanya keliling Indonesia naik motor kok.

Dimulai dari bulan Januari 2020, saya putuskan untuk nyicil trip silaturahmi atau yang saya sebut "ngerusuh", dimulai dari Kediri, ke rumah Mas Faisal salah satu teman di jurusan Sastra Inggris 2016. Di Kediri, saya mendapat beberapa relasi dan beberapa info berharga. Seperti info soal working holiday visa dari Kedubes Australia, rute riding ke Flores dan cara membuka bisnis persewaan alat outdoor. Pengalaman yang nagih.

Sejak saat itu niat saya untuk silaturahmi keliling Indonesia bertambah mantap. Bahkan saya sudah punya gambaran rute yang akan saya tempuh. Dimulai dari Jawa Tengah, bergerak ke timur, Bali, Nusa Tenggara, lanjut ke Papua, memutar ke Maluku, lanjut ke Sulawesi, lalu Kalimantan, kemudian ke Sumatera lalu kembali ke Jawa.
Untuk detilnya saya belum siap berbagi lebih jauh, malu saya, heuheu.
Pengetahuan saya soal lokasi hanya akan sebatas saya pergi kemana dan ke rumah siapa. Untuk wisata atau tempat menarik, akan saya serahkan ke teman yang akan saya kunjungi selaku penduduk lokal yang lebih tahu. Tujuan utama saya adalah "ngerusuh", wisata adalah bonus.

"No plan is still my best plan."
.
.
.
Mungkin akan ada pertanyaan, kenapa tidak berkunjung ke saudara dekat dulu?

Karena prinsip saya kalau ada yang ribet kenapa cari yang gampang.

Becanda deng, wkkk. (ini ketawa)

Karena dengan perjalanan jauh saya merasa lebih dekat dengan Tuhan, sebuah alasan yang klise.
Penjelasannya karena kebetulan saya seorang Muslim, tapi bukan yang taat. Sementara di Islam ada sebuah riwayat soal doa yang cepat dikabulkan adalah doa dari orang yang bepergian atau musafir dan keutamaan dari orang yang menyambung silaturahmi. Maka dari itu saya berpikir, karena saya bukan hamba yang taat, mungkin dengan saya bepergian, berkunjung ke teman teman saya, saya bisa lebih dekat dengan Tuhan melalui cara seperti ini.

Sebuah pemikiran yang hina bukan? Wkkk
Kalau mau dekat dengan Tuhan ya harusnya ibadah kan, bukan kelayaban.

Alasan lainnya adalah saya ingin menambah daftar saudara dan orang dengan predikat "temannya teman" saya. Efek jangka pendeknya mungkin akan bermanfaat untuk saya pribadi dalam perjalanan tersebut, sementara efek jangka panjangnya saya harap dengan daftar saudara yang saya tambah akan bermanfaat bagi keluarga saya atau keluarga teman yang saya kunjungi kelak.
Kalau ada pepatah "banyak anak banyak rejeki", saya punya pepatah tandingan yaitu "banyak teman banyak rejeki". Dari teman yang banyak, bisa menjadi relasi yang banyak juga, atau bahasa umumnya "orang dalam".

Sebuah pemikiran hina lainnya, wkkk.

Alasan lainnya lagi, melalui perjalanan jauh saya mampu melihat berbagai karakter manusia di berbagai daerah. Bagaimana definisi manusia yang sesungguhnya terlihat melalui perjalanan jauh. Di jalan raya manusia bisa menjadi lebih setan daripada iblis, dan/atau bisa menjadi lebih mulia daripada malaikat.

Sebuah dalil yang keduwuren, tapi benar adanya.
.
.
.
Lalu, kenapa harus bermotor?

Karena saya pikir dengan bermotor bisa memakan biaya lebih murah.
Padahal alasan ini bisa dibantah dengan banyaknya harga tiket kereta, pesawat atau bis yang murah murah.

Tapi yang jelas dengan bermotor, saya bisa bebas mengatur jadwal, berbeda dengan mengikuti agen atau open trip yang sebenarnya lebih enak karena tinggal berangkat tanpa harus pusing mengatur jadwal.

Alasan "kalau ada yang ribet kenapa cari yang gampang" sepertinya ada benarnya juga bagi saya, wkkk.
Menyusahkan diri sendiri adalah jalan ninjaku. 

Tapi saya sadar semua itu akan memakan waktu yang tidak sedikit dan materi yang sedikit, dan tentunya fisik yang prima serta motor yang mumpuni.

Untuk kondisi saya yang sekarang, mungkin belum bisa melaksanakannya. Entah berapa tahun lagi, mungkin baru bisa saya laksanakan, tapi yang jelas saya harus mewujudkannya.

Semoga saja ya, semoga bukan sekedar rencana, semoga terwujud, supaya saya bisa berbagi cerita lebih banyak, dari berbagai penjuru Indonesia.

Tolong dibantu ya lurd.
Bantu doa alhamdulillah, bantu materi lebih alhamdulillah, bantu sponsor juga lebih alhamdulillah lagi.
Wkkkkkkk (ini ketawa ya)

Jadi untuk teman teman saya yang membaca ini, bersiap siap ya, saya mau ngerusuh ke tempat kalian.
Share lokasi rumah kalian, ijinkan saya berkunjung.

___________________


Heuheu, seriusan malu saya.
Mirip anak kecil yang pengin ambil toples permen di rumah tetangga pas lebaran, malu malu tapi mau, itulah gambaran saya pas cerita ini, heuheu.

Komentar

  1. aamiin semoga bisa merealisasikannya mas, emang ya cowok betah bgt motoran kemana mana. saya motoran 2 jam aja udah sambat minta ampun wkwk

    BalasHapus
  2. Kerennn!!! Semoga bisa terlaksana yaa.. Amin

    BalasHapus
  3. Traveler sejati nih, anti wacana2 club. Semoga bisa terlaksana kit... Amin

    BalasHapus
  4. Wkwkwkwk yang penting jaga kesehatan!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#AprilProduktifDay11: NyamNyamNyam

#AprilProduktifDay14: Pesan Untuk Kebencian

#AprilProduktifDay12: Terimakasih!